Bapa…
Malam ini mataku melek, tapi hatiku capek.
Pikiranku muter kayak kipas angin nggak ada remnya.
Aku serahkan kasur ini ke Engkau.
Aku serahkan otakku yang ribut ini ke Engkau.
Aku nggak sanggup “tidur”… tapi Engkau sanggup “nyenyakin”.
Kayak anak kecil di pangkuan Bapaknya…
Aku diem. Aku nggak ngerti. Tapi aku aman.
Mazmur 4: 8 – “Dengan tentram aku mau berbaring, lalu segera tidur”
Tutup mataku ya Bapa. Bukan paksa. Tapi peluk.
Besok urusan-Mu. Malam ini, urusan-Mu juga.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









