Saat handphone diam, hati belajar mendengar

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT pagi, kawan Shalom.click.

BEBERAPA waktu lalu, ketika handphone yang biasa menemani aktivitas sehari-hari mendadak bermasalah, saya sempat merasakan sesuatu yang mungkin juga pernah dialami banyak orang: seolah ada ruang kosong yang tiba-tiba terbuka.

Komunikasi terasa terhambat, informasi tidak lagi mengalir secepat biasanya, dan rutinitas yang selama ini bergantung pada layar kecil itu mendadak berubah.

Namun di tengah ketidaknyamanan itu, muncul sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana dahulu kita menjalani hidup sebelum handphone menjadi bagian yang nyaris tak terpisahkan dari keseharian?

Generasi yang pernah hidup di masa telepon rumah dan pager tentu masih mengingatnya. Bahkan tidak semua keluarga memiliki telepon.

Namun anehnya, hubungan antarmanusia tetap terjalin hangat. Janji pertemuan ditepati, sahabat saling mencari jika ada yang tidak hadir, dan warung-warung sederhana menjadi ruang percakapan yang penuh tawa serta cerita.

Saat itu, komunikasi memang tidak secepat sekarang, tetapi perhatian terasa lebih nyata.

Orang tidak hanya mengirim pesan, melainkan datang berkunjung. Tidak sekadar memberi tanda suka, tetapi menyatakan kepedulian dengan kehadiran.

Teknologi tentu adalah anugerah. Melalui handphone, jarak dapat dipersingkat dan informasi dapat diakses dalam hitungan detik.

Namun tanpa disadari, teknologi juga dapat membuat kita merasa terhubung dengan banyak orang, sementara hubungan yang sesungguhnya justru perlahan menjauh.

Mungkin sesekali kita perlu belajar berhenti sejenak. Bukan memusuhi teknologi, melainkan mengingat bahwa kehidupan tidak sepenuhnya bergantung pada sinyal dan baterai.

Ketika layar redup, bisa jadi itulah saatnya mata kita kembali memandang sesama. Ketika notifikasi berhenti berbunyi, mungkin Tuhan sedang mengajak kita mendengar suara-suara yang selama ini terabaikan.

Firman Tuhan mengingatkan:

“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1 Tesalonika 5:11)

Nasihat itu tidak hanya dapat dilakukan melalui pesan singkat atau media sosial, tetapi juga melalui kunjungan, sapaan hangat, dan kehadiran yang tulus. Sebab kasih tidak hanya membutuhkan kata-kata, melainkan juga perjumpaan.

Siapa tahu, suatu hari dunia digital mengalami gangguan besar dan semua perangkat komunikasi mendadak terdiam. Akankah kita masih mampu membangun relasi, menyapa tetangga, dan mengunjungi sahabat seperti dahulu?

Pertanyaan itu mungkin layak direnungkan.

Saat Anda membaca tulisan ini, mungkin bukan handphone yang sedang rusak. Bisa jadi justru hubungan dengan seseorang yang mulai retak karena terlalu lama tidak disapa.

Mungkin sudah waktunya menghubungi mereka. Atau lebih baik lagi, datang berkunjung.

Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Sementara kasih, perhatian, dan persaudaraan adalah nilai yang harus terus dirawat.

Dan seperti setiap langkah yang baik, marilah kita memulainya dengan doa, lalu menutupnya juga dengan doa.

Bagaimana dengan ceritamu, kawan Shalom.click? Apakah pernah ada momen ketika handphone terdiam, tetapi justru hatimu menjadi lebih hidup?

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Ketika manusia mengambil hak yang bukan miliknya
Aku tak dapat jalan sendiri
Bersyukur untuk setiap orang yang Tuhan hadirkan
Negeri milik Tuhan
Raja Midas dan bahaya hati yang tak pernah puas
Ketika Firman Tuhan menuntun langkah, bukan sekadar menunggu takdir”
Ketika Anak Yatim mengetuk Hati Dunia
Tuhan menyertai setiap langkahmu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:31 WIB

Saat handphone diam, hati belajar mendengar

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:57 WIB

Ketika manusia mengambil hak yang bukan miliknya

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aku tak dapat jalan sendiri

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:45 WIB

Bersyukur untuk setiap orang yang Tuhan hadirkan

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:12 WIB

Negeri milik Tuhan

Berita Terbaru

RENUNGAN

Saat handphone diam, hati belajar mendengar

Selasa, 23 Jun 2026 - 07:31 WIB

NAFAS KASIH

Saat tubuh memberi tanda, tetaplah tenang di hadapan Tuhan

Senin, 22 Jun 2026 - 17:12 WIB

RENUNGAN

Ketika manusia mengambil hak yang bukan miliknya

Minggu, 21 Jun 2026 - 08:57 WIB

NAFAS KASIH

Firman yang menjadi “Lampu Penuntun Kehidupan”

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Ketika hak tidak menjadi segalanya

Sabtu, 20 Jun 2026 - 01:06 WIB