Kabar baik hari ini: Tuhan hadir dalam hal-hal sederhana

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DI zaman ketika hampir semua orang hidup dengan telepon genggam di tangan, kehilangan akses terhadap gawai sering dianggap sebagai masalah.

Namun, terkadang Tuhan memakai hal-hal yang tidak kita rencanakan untuk mengajar kita melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

Beberapa waktu lalu, saya pernah menjalani hari-hari tanpa telepon genggam karena layarnya harus diganti.

Pada awalnya terasa tidak nyaman. Tidak ada suara notifikasi, tidak ada pesan yang masuk, dan tidak ada kebiasaan membuka layar setiap beberapa menit.

Tetapi setelah beberapa hari, saya justru menemukan sesuatu yang mulai langka di zaman sekarang: ketenangan.

Saat duduk di sebuah tempat jajanan, perhatian saya tidak lagi tersedot ke layar. Mata mulai memperhatikan orang-orang di sekitar.

Di depan pintu masuk, seorang pria berkebutuhan khusus dengan pakaian lusuh mengangkat kedua tangannya kepada para pengunjung.

Suaranya tidak begitu jelas terdengar, namun pesannya mudah dipahami: ia sedang berharap ada yang peduli.

Banyak orang lalu-lalang. Ada yang datang, ada yang pergi. Namun hanya sedikit yang tergerak untuk berhenti sejenak dan berbagi.

Tidak jauh dari tempat itu, di area parkir, terlihat transaksi jual-beli sepeda motor yang berlangsung cukup serius.

Calon pembeli memeriksa kendaraan dengan teliti, sementara penjual berusaha meyakinkan. Kehidupan berjalan dengan segala kesibukannya.

Di tengah semua pemandangan itu, saya menyadari betapa sering kita hadir secara fisik, tetapi tidak benar-benar memperhatikan kehidupan yang sedang berlangsung di sekitar kita.

Bukankah demikian juga dengan hubungan kita kepada Tuhan? Kita sibuk mengejar banyak hal, tetapi sering lupa melihat pelajaran-pelajaran kecil yang sedang Dia tunjukkan setiap hari.

Firman Tuhan mengingatkan:

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga.” (Matius 6: 26)

Tuhan memelihara burung-burung di udara. Tuhan juga tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.

Bahkan ketika kita merasa sendirian, kekurangan, atau sedang menghadapi persoalan yang berat, tangan-Nya tetap bekerja dengan cara yang sering kali tidak kita sadari.

Hari itu, Tuhan juga mengingatkan saya melalui hal sederhana lainnya. Seorang teman datang, mengajak berbincang, membelikan rokok, bahkan mengajak ngopi lagi.

Bagi sebagian orang mungkin itu hal biasa. Namun bagi hati yang mau bersyukur, itu adalah tanda bahwa Tuhan tetap menghadirkan pertolongan melalui sesama.

Kadang-kadang kabar baik tidak datang dalam bentuk mukjizat besar.

Ia hadir dalam percakapan sederhana, dalam perhatian kecil, dalam kesempatan untuk melihat orang lain, dan dalam ketenangan yang membuat kita kembali mendengar suara Tuhan.

Mungkin hari ini kita perlu berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia digital.

Menaruh telepon genggam beberapa saat. Mengangkat wajah. Memperhatikan sekitar.

Sebab bisa jadi, ada pelajaran berharga, ada orang yang membutuhkan kepedulian kita, atau ada berkat yang sedang Tuhan tunjukkan tepat di depan mata.

Mari memulai hari dengan doa, menjalaninya dengan syukur, dan menutupnya kembali dengan doa.

Sebab ketika Tuhan menjadi awal dan akhir perjalanan kita, tidak ada satu pun langkah yang sia-sia.

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37: 5)

[Dari diary pada 25 Juni 2024…]

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Ketika hak tidak menjadi segalanya
KKR Emak-emak Pejuang Ekonomi Keluarga, Lasma Sianturi: Jiwa dan Roh harus tetap bersatu
Wali Kota Pematangsiantar Sambut Rencana Penutupan Sinode Besar GPI
Tetap teguh dalam kebenaran di tengah ketidakadilan
Uskup Agung Medan resmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan
Saat dunia mengering, mata air Tuhan tetap mengalir
“Saat langit dan bumi berbicara: Pelajaran rohani dari bencana hidrometeorologi”
Shalom: Pelukan damai Allah di tengah pergumulan hidup
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kabar baik hari ini: Tuhan hadir dalam hal-hal sederhana

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:06 WIB

Ketika hak tidak menjadi segalanya

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:40 WIB

KKR Emak-emak Pejuang Ekonomi Keluarga, Lasma Sianturi: Jiwa dan Roh harus tetap bersatu

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WIB

Wali Kota Pematangsiantar Sambut Rencana Penutupan Sinode Besar GPI

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:48 WIB

Tetap teguh dalam kebenaran di tengah ketidakadilan

Berita Terbaru

KABAR BAIK HARI INI

Kabar baik hari ini: Tuhan hadir dalam hal-hal sederhana

Kamis, 25 Jun 2026 - 07:09 WIB

RENUNGAN

Ketika malam menjadi tempat berserah

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:34 WIB

SULUH ZAMAN

Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan

Rabu, 24 Jun 2026 - 07:27 WIB

RESENSI

Menyingkirkan ketergesaan, menemukan Kristus

Selasa, 23 Jun 2026 - 18:48 WIB