“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10: 45)
DI tengah dunia yang sering mengukur segala sesuatu dengan untung dan rugi, melayani tanpa mengharapkan balasan terasa seperti sikap yang semakin langka.
Banyak orang bersedia berbuat baik selama ada penghargaan, pujian, atau keuntungan yang akan diperoleh.
Namun Yesus Kristus menunjukkan jalan yang berbeda.
Ia datang ke dunia bukan untuk mencari penghormatan, melainkan untuk mengasihi dan melayani manusia hingga mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib.
Dalam Markus 10: 42-45, Yesus menegaskan bahwa ukuran kebesaran di dalam Kerajaan Allah berbeda dengan ukuran dunia.
Dunia menganggap orang besar adalah mereka yang memiliki kuasa dan dapat memerintah.
Sebaliknya, Yesus berkata bahwa siapa yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan bagi sesamanya.
Kebesaran sejati lahir dari hati yang rela merendahkan diri demi menghadirkan kasih Allah bagi orang lain.
Melayani tanpa mengharapkan balasan bukan berarti membiarkan diri dimanfaatkan, tetapi memiliki motivasi yang benar.
Kita melayani karena mengasihi Tuhan, bukan karena mengejar pujian manusia.
Ketika pelayanan dilakukan dengan hati yang tulus, sukacita tidak bergantung pada ucapan terima kasih atau penghargaan.
Upah terbesar adalah mengetahui bahwa hidup kita dipakai Tuhan untuk menjadi berkat.
Teladan Kristus mengajarkan bahwa kasih selalu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Senyum yang menguatkan, tangan yang menolong, telinga yang mau mendengar, doa bagi mereka yang menderita, hingga kesediaan mengampuni adalah bentuk pelayanan yang sederhana, namun sangat berarti.
Dunia mungkin tidak selalu mengingatnya, tetapi Tuhan melihat setiap pengorbanan yang dilakukan dengan kasih.
Kiranya melalui renungan ini kita semakin belajar meneladani Yesus.
Jangan lelah berbuat baik, sekalipun tidak semua orang memahami atau menghargainya.
Sebab setiap pelayanan yang dilakukan dengan kasih adalah persembahan yang indah di hadapan Tuhan.
Saat kita melayani tanpa mengharapkan balasan, sesungguhnya kita sedang memantulkan hati Kristus kepada dunia yang haus akan kasih sejati.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami memiliki hati seorang hamba seperti Engkau.
Jauhkan kami dari keinginan mencari pujian dan balasan manusia.
Mampukan kami melayani dengan kasih yang tulus, sehingga melalui hidup kami banyak orang dapat merasakan kasih-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









