Ketika kepercayaan runtuh, siapa yang akan jadi terang?

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIKHA 7: 1-6

Masyarakat tanpa kepercayaan, itu sakit – ay. 2-5*l

Mikha melihat Yehuda hancur bukan karena musuh dari luar, tapi karena dari dalam sendiri: hakim minta suap, sahabat mengkhianati, keluarga saling curiga.

Kalau rakyat nggak percaya lagi ke DPRD, ke dinas, ke janji anggaran, itu tanda ada yang salah. Masyarakat yang agraris itu hidup dari kepercayaan: petani percaya irigasi jalan, nelayan percaya harga jual adil, warga percaya bantuan sampai.

Pertanyaan refleksi:

Apa yang kita lakukan hari ini yang justru merusak kepercayaan itu? Apakah kita jadi bagian dari sistem yang “semua pasang jerat”?

2. Akar Masalah: Takut akan Tuhan sudah hilang – ay. 4

Mikha bilang “hari untuk pengintai-pengintaimu sudah datang”. Artinya: saat Tuhan memperhitungkan.

Korupsi, mark-up, janji palsu itu bukan cuma pelanggaran hukum negara. Itu pelanggaran terhadap Tuhan yang menaruh kita di posisi itu.

Roma 13: 4 bilang pemerintah adalah hamba Allah. Kalau kita lupa itu, kita akan putuskan kebijakan seenaknya.

Pesan keras:

Kursi DPRD bukan milik pribadi. Itu titipan Tuhan untuk ratusan ribu lebih rakyat di kabupaten dan kota. Setiap tanda tangan kita akan dimintai pertanggungjawaban.

3. Respons benar: Jadi orang jujur yang tersisa – ay. 7

Di tengah kegelapan, Mikha nggak ikut hancur. Dia bilang: “Aku akan menunggu TUHAN”. Dia milih jadi terang kecil.

Kita nggak bisa ubah semua DPRD dalam sehari. Tapi kita bisa mulai dari diri sendiri:

– Tolak anggaran siluman walau sendirian.

– Datang ke reses dan dengar petani yang suaranya nggak terdengar.

– Buat keputusan yang berpihak ke yang lemah, bukan ke yang punya akses.

Janji Tuhan:

Mikha 7: 8-9 bilang, kalau kita mau jadi terang, Tuhan sendiri yang akan jadi terang kita. Satu orang yang jujur bisa jadi awal pemulihan satu daerah.

Penutup praktis:

Bagi yang hadir, saat pertemuan nanti, bawa 2 hal:

1. Telinga untuk dengar petani yang bisu suaranya.

2. Keberanian untuk bawa suara itu ke ruang rapat, walau nggak populer.

Sebab kalau orang benar bertambah, rakyat bersukacita. Kalau tidak, negara akan mengeluh – Amsal 29: 2.

Amin.

 

 

Penyebaran: shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Mangatas Silalahi berkunjung ke Rumbai Milton Ministry Las Rohangku, sampaikan firman Tuhan
Anak Rumbai Milton Ministry Las Rohangku sikapi pembullyan sebagai tindakan tidak baik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:25 WIB

Mangatas Silalahi berkunjung ke Rumbai Milton Ministry Las Rohangku, sampaikan firman Tuhan

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:27 WIB

Anak Rumbai Milton Ministry Las Rohangku sikapi pembullyan sebagai tindakan tidak baik

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:22 WIB

Ketika kepercayaan runtuh, siapa yang akan jadi terang?

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB