ANAK-anak yang difasilitasi Milton Napitupulu dalam Rumah Baca Anak Indonesia (Rumbai) Milton Ministry Las Rohangku di Jalan Bah Biak, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, keseluruhannya lebih dari 50 orang.
Mereka — Rabu 27 Mei 2026 — kebetulan masa libur Idul Adha, diberi ruang nobar (nonton bareng) film animasi Jepang “Koe No Katachi” di teras rumah, yang biasa disulap menjadi tempat belajar maupun menari.
“Nobar ini dilaksanakan sekali dalam sebulan. Di sesi ini, anak-anak diberi edukasi bagaimana mereka mampu menyerap sikap anak-anak di negara lain terhadap masalah yang ada,” kata Milton Napitupulu S.Th kepada Penanggungjawab Mediaonline shalom.click, Ingot Simangunsong, Rabu (27/05/2026).

Mereka tidak sekadar nobar. Milton Napitupulu, sejak awal sudah beri sinyal, harus ada beberapa anak, mampu memberikan pandangan atau pemikiran terhadap film yang ditonton.
Sore itu, dua anak yakni Putri Limbong dan Simon Gultom, tampil untuk menyampaikan penilaian terhadap film tersebut.
Putri Limbong yang bertubuh mungil itu, mampu menghapal nama para tokoh (pemeran) dalam bahasa Jepang, dengan artikulasi yang jelas.
Kemudian, Putri Limbong menyimpulkan, bahwa tindakan membully, adalah tindakan tidak baik dan tidak boleh ditiru.
“Jika saya melihat ada anak yang dibully, saya akan lakukan penyelamatan terhadap anak itu. Kepada pembullyan, saya akan nasehati. Membully itu, merugikan semua yang terlibat,” kata Putri Limbong.
Hal senada juga diungkapkan Simon Gultom, dan dinyatakannya rasa prihatin, atas kejadian pembullyan.
Milton Napitupulu mengapresiasi keberanian anak-anak asuhannya dalam menyikapi masalah yang mereka lihat dari sebuah tayangan film.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









