Merawat CIPTAAN adalah IBADAH

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” — Kejadian 2: 15

DI berbagai belahan dunia, alam seakan sedang “bersuara”.

Banjir datang lebih sering, hutan terus berkurang, udara semakin tercemar, dan cuaca menjadi sulit diprediksi.

Indonesia pun merasakan dampaknya. Kebakaran hutan, longsor, pencemaran sungai, hingga krisis sampah menjadi persoalan yang setiap hari kita saksikan.

Sering kali manusia memandang bumi hanya sebagai sumber keuntungan.

Hutan ditebang tanpa memikirkan kelestariannya, sungai dijadikan tempat pembuangan limbah, dan kekayaan alam dieksploitasi tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem.

Akibatnya, bukan hanya alam yang rusak, tetapi manusia sendiri yang merasakan dampaknya.

Padahal sejak awal penciptaan, Allah telah memberikan mandat yang sangat jelas.

Dalam Kejadian 2: 15, manusia ditempatkan di Taman Eden bukan untuk menguasai secara sewenang-wenang, melainkan untuk mengusahakan dan memeliharanya.

Dua kata ini menunjukkan bahwa bekerja dan menjaga ciptaan merupakan tanggung jawab yang berjalan berdampingan.

Merawat bumi bukan sekadar gerakan sosial atau tren lingkungan. Bagi orang percaya, itu adalah bagian dari ketaatan kepada Allah.

Ketika kita menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah plastik, menanam pohon, menghemat air dan listrik, atau tidak merusak alam demi keuntungan pribadi, kita sedang menghormati Sang Pencipta melalui ciptaan-Nya.

Sayangnya, kesadaran ini masih sering diabaikan. Banyak orang rajin beribadah di rumah Tuhan, tetapi kurang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Padahal iman yang sejati tidak hanya terlihat di dalam gereja, tetapi juga dalam cara kita memperlakukan dunia yang Allah percayakan kepada kita.

Yesus mengajarkan kasih yang nyata. Kasih itu bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga tercermin dalam tanggung jawab terhadap seluruh ciptaan Allah.

Ketika bumi dipelihara dengan baik, generasi berikutnya juga akan menikmati anugerah Tuhan yang sama.

Krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini menjadi pengingat bahwa sudah waktunya orang percaya mengambil peran.

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon, dan mengedukasi keluarga untuk mencintai lingkungan adalah bentuk kesaksian iman yang nyata.

Merawat ciptaan bukan sekadar aktivitas duniawi. Itu adalah wujud syukur atas anugerah Allah dan bentuk ibadah yang dilakukan melalui tindakan.

Sebab bumi ini bukan milik kita, melainkan milik Tuhan yang untuk sementara dipercayakan kepada manusia.

Renungan

Allah tidak meminta kita menjadi penguasa yang serakah, tetapi pengelola yang setia.

Ketika kita menjaga bumi dengan penuh tanggung jawab, kita sedang memuliakan Dia yang telah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya.

Doa

Tuhan, ajarlah kami menjadi pengelola yang setia atas bumi ciptaan-Mu.

Bukalah mata kami untuk melihat bahwa setiap tindakan kecil dalam menjaga lingkungan merupakan bentuk ketaatan kepada-Mu.

Mampukan kami menjadi teladan dalam mencintai dan memelihara ciptaan-Mu, sehingga melalui hidup kami nama-Mu semakin dimuliakan. Amin.

Semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat bahwa iman kepada Kristus juga tercermin dalam kepedulian terhadap bumi yang Tuhan percayakan kepada manusia.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Salib Kasih Tarutung: Jejak sejarah berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Ketika rupiah terpuruk, harapan jangan ikut runtuh
“Demi Tuhan untuk Siapa?”
BAB IX: SERU — INJIL dari boncengan dan batu bata mentah
Sodom dan Gomora: Bukan sekadar kisah kota yang hancur
Diberkati untuk menjadi berkat: tata kelola iman dalam mengelola Anugerah Tuhan
Pergantian ≠ Pertobatan, Korupsi sistemik dilawan dengan liturgi meja
BAB VIII: ENJOY, PA — INJIL DARI KACA SPION 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:09 WIB

Merawat CIPTAAN adalah IBADAH

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:23 WIB

Salib Kasih Tarutung: Jejak sejarah berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:26 WIB

Ketika rupiah terpuruk, harapan jangan ikut runtuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:39 WIB

“Demi Tuhan untuk Siapa?”

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:24 WIB

BAB IX: SERU — INJIL dari boncengan dan batu bata mentah

Berita Terbaru

KABAR BAIK HARI INI

Pemprov Sumut dukung Gerakan Penghijauan HKBP, 20 ribu bibit pohon disiapkan

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:12 WIB

LENTERA FAKTA

Merawat CIPTAAN adalah IBADAH

Rabu, 29 Jul 2026 - 15:09 WIB

NAFAS KASIH

Sekejap saja, Tuhan…

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:07 WIB