Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: Filipi 2: 14–16

LAKUKANLAH segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan.”

DI zaman media sosial, setiap orang seolah berlomba menjadi yang paling didengar.

Opini dilontarkan tanpa dipikirkan, perdebatan berubah menjadi permusuhan, dan kebisingan informasi memenuhi ruang kehidupan kita setiap hari.

Ironisnya, orang percaya pun kadang ikut larut dalam arus tersebut.

Bukannya menghadirkan damai, justru ikut memperkeruh suasana melalui kata-kata yang kasar, cemoohan, atau penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi agar mereka hidup berbeda.

Ia tidak meminta mereka meninggalkan dunia, tetapi menjadi terang di tengah dunia yang gelap.

Terang tidak bekerja dengan suara yang paling keras, melainkan dengan kehadiran yang memberi arah.

Menjadi terang bukan berarti selalu memenangkan perdebatan. Menjadi terang berarti menunjukkan karakter Kristus: rendah hati, sabar, jujur, dan penuh kasih.

Dunia sedang kekurangan teladan seperti itu. Banyak orang mampu berbicara, tetapi sedikit yang mampu mendengar. Banyak yang cepat menghakimi, tetapi lambat mengasihi.

Yesus sendiri tidak dikenal karena kegaduhan-Nya, melainkan karena kasih-Nya.

Ketika dihina, Ia tidak membalas. Ketika difitnah, Ia tetap setia pada kehendak Bapa.

Salib menjadi bukti bahwa kasih lebih kuat daripada kebencian, dan pengampunan lebih berkuasa daripada dendam.

Gereja di Indonesia menghadapi tantangan yang sama. Di tengah polarisasi politik, perbedaan suku, agama, dan budaya, gereja dipanggil menjadi pembawa damai.

Kesaksian gereja tidak terutama diukur dari seberapa keras suaranya, tetapi dari seberapa nyata kasihnya.

Ketika jemaat saling menghormati, melayani tanpa pamrih, dan menjadi sahabat bagi masyarakat, Injil sedang diberitakan dengan sangat kuat.

Orang percaya juga perlu bijak menggunakan media digital. Tidak semua hal harus dikomentari. Tidak semua provokasi harus ditanggapi.

Kadang-kadang, diam yang penuh hikmat lebih nyaring daripada seribu komentar yang emosional.

Sebelum menekan tombol “kirim” atau “bagikan”, tanyakanlah: Apakah ini membangun? Apakah ini benar? Apakah ini memuliakan Kristus?

Filipi 2 mengingatkan bahwa terang tidak lahir dari kegaduhan, tetapi dari kehidupan yang bersih dan tidak bercela.

Dunia mungkin tidak selalu membaca Alkitab, tetapi dunia membaca kehidupan orang percaya setiap hari.

Refleksi

Di tengah dunia yang semakin bising, Tuhan tidak memanggil kita menjadi gema dari kebisingan itu.

Ia memanggil kita menjadi terang yang menuntun, garam yang memberi rasa, dan saksi yang memancarkan kasih Kristus.

Kiranya melalui perkataan, sikap, unggahan media sosial, keputusan, dan cara kita memperlakukan sesama, orang-orang dapat melihat Kristus hidup di dalam kita.

“Jangan menjadi bagian dari kebisingan dunia. Jadilah terang yang menuntun dunia kepada Kristus.”

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Mempersiapkan Generasi Pelayan Dunia: Sudahkah Gereja Indonesia siap?
Ketika kekuasaan tidak lagi takut kepada Tuhan
Budaya malu yang mulai hilang
Krisis keteladanan: Saat jabatan lebih tinggi daripada integritas
Ketika lidah kehilangan kejujuran
Perlengkapan senjata Allah di Era Digital: Refleksi Efesus 6: 10-18 untuk kehidupan kekinian
Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan
Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:43 WIB

Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING

Senin, 6 Juli 2026 - 13:16 WIB

Mempersiapkan Generasi Pelayan Dunia: Sudahkah Gereja Indonesia siap?

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:46 WIB

Ketika kekuasaan tidak lagi takut kepada Tuhan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:18 WIB

Budaya malu yang mulai hilang

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:21 WIB

Krisis keteladanan: Saat jabatan lebih tinggi daripada integritas

Berita Terbaru

NAFAS KASIH

KASIH yang dibuktikan, bukan DIUCAPKAN

Selasa, 7 Jul 2026 - 09:47 WIB

SULUH ZAMAN

Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING

Selasa, 7 Jul 2026 - 09:43 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Wesly Silalahi: Pendidikan rohani investasi terbaik bagi anak

Minggu, 5 Jul 2026 - 21:31 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Iman yang menjaga bumi: Kesaksian Gereja bagi ciptaan Tuhan

Minggu, 5 Jul 2026 - 15:50 WIB