Iman yang menjaga bumi: Kesaksian Gereja bagi ciptaan Tuhan

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

Nats: Kejadian 2: 15

DI tengah berbagai kabar tentang kerusakan hutan, pencemaran sungai, dan perubahan iklim, masih ada kabar baik yang memberi harapan.

Di berbagai belahan dunia, gereja-gereja semakin menyadari bahwa merawat bumi bukan sekadar isu lingkungan, melainkan bagian dari panggilan iman.

Menjaga ciptaan berarti menghormati Sang Pencipta.

Di Indonesia, gerakan kepedulian terhadap lingkungan semakin terlihat. Banyak gereja Protestan mendorong jemaat menanam pohon, mengurangi sampah plastik, menjaga sumber air, hingga mendampingi masyarakat yang terdampak kerusakan lingkungan.

Di Sumatera Utara, perjuangan menjaga kelestarian alam juga mendapat perhatian.

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) bersama masyarakat selama beberapa waktu terakhir turut menyuarakan pentingnya perlindungan lingkungan dan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan alam.

Langkah pemerintah yang menindak perusahaan-perusahaan yang terbukti merusak lingkungan dipandang sebagai kabar baik yang menunjukkan bahwa keadilan bagi ciptaan mulai ditegakkan.

Hal ini menjadi pengingat bahwa suara gereja dapat menjadi bagian dari perubahan nyata ketika berpihak pada kebenaran dan kelestarian alam.

Semangat serupa juga tampak di berbagai negara.

Di Jerman, gereja-gereja Protestan aktif menjalankan program “Gereja Hijau” dengan mengurangi emisi karbon, menggunakan energi terbarukan, serta mengelola bangunan gereja yang ramah lingkungan.

Di Norwegia dan Swedia, gereja-gereja Lutheran mendorong gaya hidup sederhana, pengurangan limbah, dan investasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari kesaksian iman.

Di Australia, banyak gereja bekerja sama dengan masyarakat adat dalam menjaga hutan, sumber air, dan ekosistem yang menjadi warisan bersama.

Di Korea Selatan, gereja-gereja Protestan mengembangkan gerakan hemat energi, penghijauan kota, serta pendidikan lingkungan bagi anak-anak dan kaum muda agar lahir generasi yang mencintai ciptaan Tuhan.

Di Amerika Serikat dan Kanada, berbagai denominasi Protestan aktif mengampanyekan keadilan iklim, restorasi hutan, serta perlindungan terhadap masyarakat yang paling rentan menghadapi dampak perubahan iklim.

Semua gerakan tersebut menunjukkan bahwa Injil tidak hanya diberitakan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan kehidupan bagi sesama dan seluruh ciptaan.

Bumi bukanlah milik manusia untuk dieksploitasi tanpa batas. Bumi adalah anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada manusia untuk dipelihara.

Ketika gereja berdiri bersama masyarakat menjaga sungai, hutan, udara, dan tanah, gereja sedang menghadirkan kasih Allah bagi seluruh ciptaan.

Kiranya semakin banyak gereja di Indonesia menjadi pelopor dalam gerakan menjaga lingkungan.

Sebab iman yang hidup bukan hanya memenuhi rumah ibadah dengan pujian, tetapi juga menjaga bumi agar tetap menjadi rumah yang layak bagi generasi mendatang.

Refleksi

Iman yang sejati tidak memisahkan kasih kepada Tuhan dari tanggung jawab terhadap ciptaan-Nya.

Setiap pohon yang ditanam, setiap sungai yang dijaga, dan setiap langkah melawan perusakan lingkungan merupakan kesaksian bahwa orang percaya ikut mengambil bagian dalam memelihara karya Allah.

Doa

Tuhan, ajarlah kami menjadi pengelola bumi yang setia. Bangkitkan gereja-Mu untuk menjadi terang melalui kepedulian terhadap lingkungan, sehingga seluruh ciptaan dapat memuliakan nama-Mu. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Gereja jangan cuma bicara, bumi juga butuh dijaga
Yesaya 40: 31 tentang kekuatan baru
Allah kota benteng kita
Ketika sebuah postingan menjadi tempat seseorang mencari penguatan
PT Hydra Media Indonesia perluas Jaringan Fiber Optik, Dukung Siantar makin terkoneksi
5 tanda bahwa Tuhan Yesus sangat peduli kepada kita
Paduan Suara Gereja yang menginspirasi Dunia: Ketika Pujian menjangkau Bangsa-Bangsa
Jangan minder dengan yang kecil, Tuhan bisa membuatnya berdampak besar
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:50 WIB

Gereja jangan cuma bicara, bumi juga butuh dijaga

Kamis, 3 September 2026 - 07:16 WIB

Yesaya 40: 31 tentang kekuatan baru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Allah kota benteng kita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Ketika sebuah postingan menjadi tempat seseorang mencari penguatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:30 WIB

PT Hydra Media Indonesia perluas Jaringan Fiber Optik, Dukung Siantar makin terkoneksi

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB