Nats: 1 Timotius 4: 12 “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya…”
DI tengah dunia yang semakin dipenuhi konflik, perpindahan penduduk, krisis kemanusiaan, dan ketidakpastian global, banyak gereja mulai menyadari bahwa pelayanan masa depan membutuhkan generasi pemimpin yang memiliki iman yang teguh sekaligus kepekaan sosial.
Salah satu contohnya adalah Lutheran World Federation yang terus memperlengkapi para pemimpin muda dari berbagai negara untuk melayani para migran, pengungsi, dan kelompok rentan.
Langkah ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga sedang membangun pemimpin yang siap menghadapi tantangan dunia di masa depan.
Pelayanan gereja kini tidak lagi terbatas di balik tembok gereja. Dunia sedang menunggu hadirnya orang-orang percaya yang mampu menjadi saksi Kristus di tengah persoalan kemanusiaan, kemiskinan, bencana, konflik, hingga perpindahan penduduk lintas negara.
Pertanyaannya, apakah gereja-gereja di Indonesia juga sedang mempersiapkan generasi seperti itu?
Indonesia memiliki bonus demografi dengan jutaan anak muda yang kreatif, berpendidikan, dan memiliki semangat melayani.
Namun masih banyak gereja yang lebih fokus menjadikan mereka sebagai pengisi acara ibadah daripada membentuk mereka menjadi pemimpin yang memiliki karakter Kristus, wawasan global, serta kepedulian terhadap sesama.
Padahal, Tuhan sedang membuka ladang pelayanan yang semakin luas.
Isu pekerja migran Indonesia, pengungsi, korban perdagangan manusia, masyarakat miskin, hingga korban bencana adalah ladang pelayanan yang membutuhkan gereja yang hadir membawa kasih Kristus.
Mempersiapkan pemimpin muda bukan sekadar mengajarkan cara berkhotbah atau memimpin ibadah.
Mereka perlu dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, mampu berdialog dengan berbagai kalangan, memahami persoalan sosial, dan berani menjadi terang di tengah dunia yang terluka.
Gereja yang sehat selalu memikirkan estafet pelayanan. Jika hari ini gereja gagal membina generasi muda, beberapa puluh tahun mendatang gereja akan kehilangan pemimpin yang siap melayani dunia.
Karena itu, setiap gereja di Indonesia perlu mulai berinvestasi dalam pembinaan generasi muda melalui pemuridan, pendidikan teologi yang relevan, pelatihan kepemimpinan, pengalaman pelayanan lintas budaya, serta keterlibatan langsung dalam aksi kemanusiaan.
Dunia tidak hanya membutuhkan gereja yang memiliki gedung megah, tetapi gereja yang mampu mengutus generasi muda menjadi duta kasih Kristus ke mana pun Tuhan memanggil mereka.
Masa depan gereja tidak ditentukan oleh besarnya organisasi atau banyaknya program, tetapi oleh kesungguhan mempersiapkan generasi penerus yang mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan siap diutus ke dunia.
Sudahkah gereja kita membangun generasi seperti itu?
Tuhan Yesus, bangkitkanlah generasi muda yang takut akan Engkau, berhikmat, dan berani menjadi saksi-Mu di tengah dunia.
Tolonglah gereja-gereja di Indonesia agar tidak hanya memikirkan pelayanan hari ini, tetapi juga setia mempersiapkan para pelayan bagi masa depan. Amin.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









