Kasih yang tidak memilih

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: Lukas 10: 25-37

DI tengah dunia yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan, kasih sering kali menjadi sesuatu yang bersyarat.

Kita mengasihi mereka yang sepaham, sekelompok, seagama, sesuku, atau mereka yang memberi keuntungan bagi kita.

Tanpa disadari, kasih berubah menjadi alat memilih, bukan lagi wujud ketaatan kepada Allah.

Melalui perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10: 25-37), Yesus menghancurkan cara pandang seperti itu.

Seorang imam dan seorang Lewi yang dianggap saleh justru mengabaikan orang yang terluka.

Sebaliknya, seorang Samaria—kelompok yang dipandang rendah dan dimusuhi oleh orang Yahudi—berhenti, menolong, merawat, bahkan menanggung seluruh biaya pemulihan orang yang terluka itu.

Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati tidak ditentukan oleh identitas, melainkan oleh belas kasihan.

Kasih Allah melampaui tembok suku, agama, status sosial, jabatan, bahkan perbedaan pandangan.

Kasih tidak bertanya, “Siapa dia?” tetapi, “Apa yang dapat kulakukan untuk menolongnya?”

Di Indonesia yang kaya akan keberagaman, pesan ini sangat relevan.

Ketika kebencian, prasangka, dan polarisasi mudah menyebar, orang percaya dipanggil menjadi pembawa kasih yang mempersatukan, bukan memperlebar jurang perbedaan.

Kasih Kristus harus nyata dalam sikap menghormati, membantu, menguatkan, dan melayani siapa pun tanpa memandang latar belakangnya.

Mengasihi sesama bukan berarti mengorbankan iman, melainkan menghadirkan karakter Kristus di tengah dunia.

Justru melalui kasih yang tidak memilih, dunia dapat melihat kemuliaan Allah.

Hari ini, mari bertanya kepada diri sendiri: adakah orang yang selama ini enggan kita dekati karena perbedaan? Mungkin Tuhan sedang memanggil kita untuk menjadi “orang Samaria yang baik hati” bagi mereka.

Doa:

Bapa yang penuh kasih, ajarlah kami memiliki hati seperti hati-Mu, yang mengasihi tanpa memandang perbedaan. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan pilih kasih.

Mampukan kami menjadi saluran kasih Kristus bagi setiap orang yang kami jumpai, sehingga melalui hidup kami nama-Mu dimuliakan.

Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Kultivasi Rohani: Proses menumbuhkan kehidupan bersama Tuhan
Jangan menyia-nyiakan anugerah Tuhan
Saat tubuh memberi tanda, tetaplah tenang di hadapan Tuhan
Firman yang menjadi “Lampu Penuntun Kehidupan”
Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan
Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan
Jika kamu meminta dalam Nama-Ku
Berkat yang mengalir, hidup yang bermakna
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:34 WIB

Kasih yang tidak memilih

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:56 WIB

Kultivasi Rohani: Proses menumbuhkan kehidupan bersama Tuhan

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:48 WIB

Jangan menyia-nyiakan anugerah Tuhan

Senin, 22 Juni 2026 - 17:12 WIB

Saat tubuh memberi tanda, tetaplah tenang di hadapan Tuhan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Firman yang menjadi “Lampu Penuntun Kehidupan”

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Budaya malu yang mulai hilang

Sabtu, 4 Jul 2026 - 13:18 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Jakarta Menjadi Titik Temu Gereja Asia

Sabtu, 4 Jul 2026 - 10:32 WIB

NAFAS KASIH

Kasih yang tidak memilih

Sabtu, 4 Jul 2026 - 08:34 WIB