DI tengah dunia yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan, kasih sering kali menjadi sesuatu yang bersyarat.
Kita mengasihi mereka yang sepaham, sekelompok, seagama, sesuku, atau mereka yang memberi keuntungan bagi kita.
Tanpa disadari, kasih berubah menjadi alat memilih, bukan lagi wujud ketaatan kepada Allah.
Melalui perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10: 25-37), Yesus menghancurkan cara pandang seperti itu.
Seorang imam dan seorang Lewi yang dianggap saleh justru mengabaikan orang yang terluka.
Sebaliknya, seorang Samaria—kelompok yang dipandang rendah dan dimusuhi oleh orang Yahudi—berhenti, menolong, merawat, bahkan menanggung seluruh biaya pemulihan orang yang terluka itu.
Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati tidak ditentukan oleh identitas, melainkan oleh belas kasihan.
Kasih Allah melampaui tembok suku, agama, status sosial, jabatan, bahkan perbedaan pandangan.
Kasih tidak bertanya, “Siapa dia?” tetapi, “Apa yang dapat kulakukan untuk menolongnya?”
Di Indonesia yang kaya akan keberagaman, pesan ini sangat relevan.
Ketika kebencian, prasangka, dan polarisasi mudah menyebar, orang percaya dipanggil menjadi pembawa kasih yang mempersatukan, bukan memperlebar jurang perbedaan.
Kasih Kristus harus nyata dalam sikap menghormati, membantu, menguatkan, dan melayani siapa pun tanpa memandang latar belakangnya.
Mengasihi sesama bukan berarti mengorbankan iman, melainkan menghadirkan karakter Kristus di tengah dunia.
Justru melalui kasih yang tidak memilih, dunia dapat melihat kemuliaan Allah.
Hari ini, mari bertanya kepada diri sendiri: adakah orang yang selama ini enggan kita dekati karena perbedaan? Mungkin Tuhan sedang memanggil kita untuk menjadi “orang Samaria yang baik hati” bagi mereka.
Doa:
Bapa yang penuh kasih, ajarlah kami memiliki hati seperti hati-Mu, yang mengasihi tanpa memandang perbedaan. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan pilih kasih.
Mampukan kami menjadi saluran kasih Kristus bagi setiap orang yang kami jumpai, sehingga melalui hidup kami nama-Mu dimuliakan.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









