Bijaksana menggunakan lidah di era Media Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: Yakobus 3: 5-10

DI zaman media sosial, setiap orang memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat.

Hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel, sebuah komentar, unggahan, atau pesan dapat menyebar kepada ribuan orang dalam hitungan detik.

Sayangnya, kemudahan ini sering kali membuat banyak orang lupa bahwa setiap kata memiliki dampak yang besar.

Yakobus mengingatkan bahwa lidah memang kecil, tetapi mampu menimbulkan akibat yang sangat besar.

Lidah dapat menjadi alat untuk memuliakan Tuhan, namun juga dapat melukai sesama.

Di era digital, “lidah” bukan hanya perkataan yang diucapkan, melainkan juga setiap tulisan, komentar, unggahan, dan pesan yang kita bagikan.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi terang, termasuk di dunia maya.

Jangan mudah terpancing menyebarkan berita yang belum tentu benar, ikut menghina orang lain, atau membalas kebencian dengan kata-kata kasar.

Sebaliknya, setiap tulisan hendaknya membawa damai, menguatkan yang lemah, menyampaikan kebenaran dengan kasih, dan menjadi kesaksian tentang karakter Kristus.

Sebelum menekan tombol “kirim” atau “bagikan”, marilah bertanya kepada diri sendiri: Apakah ini benar? Apakah ini membangun? Apakah ini memuliakan Tuhan?

Bila jawabannya tidak, lebih baik menahan diri daripada melukai banyak orang.

Kiranya melalui perkataan dan tulisan kita, nama Tuhan dimuliakan, sesama diberkati, dan dunia melihat kasih Kristus yang nyata melalui kehidupan kita.

Doa:

Tuhan Yesus, ajarlah kami mengendalikan lidah, perkataan, dan setiap tulisan kami.

Biarlah apa yang kami ucapkan maupun bagikan di media sosial menjadi berkat, membawa damai, dan memuliakan nama-Mu.

Jauhkan kami dari fitnah, kebencian, dan perkataan yang melukai sesama.

Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Yesus, Roti kehidupan sejati
Karena kita telah lebih dahulu dikasihi
Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB