KADANG kita terlalu sibuk menghitung apa yang belum kita punya, sampai lupa menghargai apa yang sudah Tuhan berikan.
Kita melihat keberhasilan orang lain, lalu merasa hidup kita tertinggal.
Kita melihat apa yang belum tercapai, lalu menganggap hari ini kurang berarti.
Padahal, masih bisa bangun pagi, masih diberi kesehatan, masih punya kesempatan untuk memperbaiki hidup, bahkan masih bisa berdoa kepada Tuhan—semuanya adalah berkat.
Jangan tunggu sempurna untuk bersyukur
Bersyukur bukan berarti hidup kita sudah bebas dari masalah.
Karena bersyukur berarti kita memilih untuk melihat bahwa di tengah masalah pun masih ada alasan untuk percaya kepada Tuhan.
Mungkin rezekimu belum sebanyak yang kamu harapkan. Mungkin rencanamu belum berjalan sesuai keinginan.
Tetapi jangan biarkan kekurangan membuatmu lupa pada penyertaan Tuhan yang sudah kamu rasakan sampai hari ini.
Firman Tuhan mengingatkan:
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
— 1 Tesalonika 5: 18
Syukuri langkah kecil
Tidak semua berkat harus berukuran besar.
Secangkir kopi di pagi hari, keluarga yang masih bersama, pekerjaan yang masih bisa dilakukan, seorang teman yang peduli, atau kesempatan untuk memulai kembali—semuanya layak disyukuri.
Kawanku, jangan tunggu hidup menjadi sempurna baru mengucap syukur.
Bersyukurlah hari ini, karena hari ini sendiri adalah pemberian Tuhan.
🌅 Pesan Hari ke-13
Jangan terlalu sibuk mengejar apa yang belum ada sampai lupa mensyukuri apa yang sudah Tuhan titipkan.
Nikmati hari ini, lakukan yang terbaik, dan percayakan hari esok kepada Tuhan.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong







