Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KITA mengasihi bukan karena kita hebat, sempurna, atau selalu mendapatkan perlakuan baik dari orang lain.

Kita mengasihi karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi kita.

Kasih Tuhan menjadi sumber kekuatan bagi kita untuk tetap memilih mengasihi, bahkan ketika hati sedang kecewa atau terluka.

1 Yohanes 4: 19-21 mengingatkan bahwa kasih kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kasih kepada sesama.

Mengaku mengasihi Tuhan tetapi membenci saudara adalah sesuatu yang bertentangan dengan iman yang kita ucapkan.

Kasih kepada Tuhan seharusnya terlihat dalam cara kita memperlakukan orang-orang di sekitar kita.

Di zaman ketika perbedaan pendapat mudah berubah menjadi permusuhan, Firman Tuhan mengajak kita mengambil jalan yang berbeda.

Tidak semua perbedaan harus berakhir dengan kebencian.

Tidak semua kesalahan harus dibalas dengan kemarahan.

Kadang, memilih mengampuni dan tetap berbuat baik justru menjadi kesaksian iman yang paling kuat.

Mengasihi bukan berarti membiarkan diri terus disakiti.

Kita tetap boleh memberi batas, menegur dengan benar, dan menjauh dari hal-hal yang merusak.

Namun, hati kita tidak perlu dipenuhi kebencian.

Sebab ketika kebencian menguasai hati, kita sendiri yang kehilangan damai yang Tuhan berikan.

Hari ini, mari bertanya kepada diri sendiri: apakah kasih kepada Tuhan sudah terlihat dalam cara kita memperlakukan sesama?

Mungkin ada seseorang yang perlu kita ampuni, ada yang perlu kita sapa kembali, atau ada yang hanya membutuhkan sedikit perhatian.

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi Tuhan, mari menjadi suluh kecil yang membawa kasih di tengah dunia yang semakin mudah kehilangan kasih.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB