Mazmur 46: 1–12
Ada hari ketika hidup terasa begitu berat.
Masalah datang silih berganti. Pikiran penuh, hati gelisah, sementara kita tidak tahu harus melangkah ke mana.
Kadang kita terlihat kuat di depan orang lain, tetapi diam-diam hati sedang berkata, “Tuhan, aku sudah hampir tidak sanggup.”
Namun hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita pada sebuah kebenaran yang luar biasa: Allah adalah kota benteng kita.
Ketika dunia terasa tidak aman
Mazmur 46 menggambarkan keadaan yang penuh guncangan.
Gunung bergeser, air laut bergelora, bangsa-bangsa ribut dan kerajaan-kerajaan goyah.
Gambaran itu terasa dekat dengan kehidupan kita.
Ada saatnya pekerjaan tidak menentu. Keuangan membuat kita cemas.
Hubungan dengan orang lain mengalami masalah. Keluarga menghadapi pergumulan. Bahkan masa depan terasa seperti sesuatu yang sulit diprediksi.
Tetapi di tengah semua itu, pemazmur berkata:
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”
— Mazmur 46:2
Perhatikan kata “bagi kita.”
Artinya, kita tidak menghadapi semuanya sendirian.
Benteng bukan berarti masalah tidak ada
Menjadikan Allah sebagai benteng bukan berarti hidup kita bebas dari masalah.
Masalah tetap mungkin datang.
Air mata tetap mungkin jatuh.
Kita tetap bisa kecewa, takut dan lelah.
Tetapi ada satu hal yang berbeda: kita tidak menghadapi semuanya sendirian.
Benteng tidak selalu membuat badai berhenti seketika.
Tetapi benteng memberikan tempat untuk berlindung ketika badai datang.
Begitu juga Tuhan.
Ketika keadaan di luar diri kita tidak dapat dikendalikan, kita masih dapat datang kepada-Nya.
“Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah”
Ada satu kalimat yang begitu kuat dalam Mazmur 46:
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!”
— Mazmur 46: 11
Kadang Tuhan tidak meminta kita untuk terus berlari.
Tuhan mengajak kita berhenti sejenak.
Tarik napas.
Tenangkan hati.
Serahkan apa yang tidak mampu kita kendalikan kepada-Nya.
Bukan berarti kita menyerah pada keadaan. Justru dalam keheningan itu kita belajar percaya bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita belum melihat jawabannya.
Hari ini, jangan takut berjalan bersama Tuhan
Kawanku, mungkin hari ini ada sesuatu yang sedang membuatmu takut.
Mungkin ada persoalan yang belum selesai. Ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Ada doa yang belum mendapatkan jawaban. Atau ada seseorang yang sedang kamu perjuangkan dalam doa.
Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Tuhan meninggalkanmu.
Allah tetap menjadi tempat perlindungan dan kekuatan kita.
Ketika kaki terasa lemah, Dia memberi kekuatan.
Saat hati gelisah, Dia memberi ketenangan.
Ketika jalan terasa gelap, Dia tetap menjadi terang.
Dan ketika kita tidak tahu harus berbuat apa, kita dapat memilih untuk tetap percaya.
Doa Kabar Baik Hari Ini
Tuhan Yesus,
Hari ini kami datang kepada-Mu dengan segala keadaan kami.
Ada yang sedang kuat, tetapi ada juga yang sedang lelah. Ada yang sedang tersenyum, tetapi mungkin ada hati yang sedang menangis diam-diam.
Terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami.
Jadilah tempat perlindungan ketika kami merasa takut. Jadilah kekuatan ketika kami merasa lemah. Tenangkan hati kami ketika persoalan hidup membuat kami gelisah.
Ajarlah kami untuk berhenti sejenak, percaya kepada-Mu dan memahami bahwa Engkau tetap Allah yang memegang kehidupan kami.
Kami serahkan hari ini, keluarga kami, pekerjaan kami, kebutuhan kami dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu.
Sebab Engkaulah kota benteng kami.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.
Kabar Baik Hari Ini
Jangan takut menghadapi hari ini.
Bukan karena semua masalah sudah selesai, tetapi karena Tuhan berjalan bersama kita.
Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong








