Ketika kebencian mudah menyebar, orang percaya dipanggil menebar damai

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: “BERBAHAGIALAH orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5: 9)

Dunia Ramai, Hati Jangan Ikut Panas

Buka media sosial beberapa menit saja, kita sudah menemukan banyak pertengkaran.

Ada yang saling menghina karena perbedaan pendapat, ada yang menyebarkan fitnah, bahkan ada yang menikmati melihat orang lain jatuh.

Ironisnya, kebencian sekarang menyebar jauh lebih cepat daripada kasih.

Satu unggahan penuh amarah bisa langsung viral.

Sementara itu, kata-kata yang menyejukkan sering tenggelam di antara ribuan komentar pedas.

Sebagai pengikut Kristus, kita tidak dipanggil untuk ikut menambah panas suasana. Tuhan justru mengutus kita menjadi pembawa damai.

Damai Bukan Berarti Selalu Setuju

Menjadi pembawa damai bukan berarti kita harus menyetujui semua pendapat.

Damai juga bukan berarti menghindari kebenaran.

Yesus sendiri selalu menyampaikan kebenaran dengan kasih.

Dia tidak menghina, tidak merendahkan, dan tidak membalas kebencian dengan kebencian.

Kita pun bisa melakukan hal yang sama. Walau berbeda pendapat, kita tetap menghormati orang lain.

Saat disakiti, kita memilih mengendalikan diri. Ketika melihat orang bertengkar, kita berusaha menjadi penengah, bukan penyulut api.

Jempol Bisa Jadi Berkat atau Luka

Hari ini, jempol kita punya pengaruh yang luar biasa. Satu komentar dapat menguatkan seseorang.

Sebaliknya, satu komentar juga dapat melukai hati dan memicu pertengkaran.

Sebelum menekan tombol “kirim”, tanyakan pada diri sendiri:

Apakah tulisan ini membangun?

Apakah ini sesuai dengan kasih Kristus?

Apakah Tuhan berkenan jika orang lain membacanya?

Kalau jawabannya “tidak”, mungkin lebih baik kita menghapusnya daripada menyesal kemudian.

Dunia Butuh Lebih Banyak Pembawa Damai

Masyarakat sudah terlalu lelah melihat permusuhan.

Mereka rindu menemukan orang-orang yang mampu menghadirkan ketenangan, pengharapan, dan kasih.

Di sekolah, jadilah teman yang mendamaikan.

Di kantor, jadilah rekan kerja yang membawa solusi.

Di keluarga, jadilah pribadi yang lebih dulu meminta maaf.

Di media sosial, jadilah terang yang mengalahkan gelap.

Damai memang tidak selalu mengubah semua orang. Namun, damai selalu menunjukkan bahwa Kristus hidup di dalam diri kita.

Shalom Bukan Sekadar Salam

Kata shalom berarti damai yang utuh—damai dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan diri sendiri.

Damai seperti inilah yang dunia tidak bisa berikan, tetapi Kristus sanggup menghadirkannya.

Saat kita hidup dalam damai Kristus, orang lain akan merasakan kasih-Nya melalui perkataan, sikap, dan tindakan kita.

Renungan hari ini

Jangan ikut menyebarkan kebencian hanya karena semua orang melakukannya.

Jadilah pribadi yang menghadirkan damai.

Mungkin dunia tidak langsung berubah, tetapi hidup seseorang bisa berubah karena kasih yang Tuhan salurkan melalui dirimu.

Doa:

Tuhan Yesus, ajarku menjaga hati, perkataan, dan setiap unggahanku. Pakailah hidupku menjadi pembawa damai di mana pun aku berada. Biarlah orang lain melihat kasih-Mu melalui sikapku. Dalam nama Yesus, amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Yesus, Roti kehidupan sejati
Karena kita telah lebih dahulu dikasihi
Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB