Menyingkirkan ketergesaan agar kembali menemukan makna hidup

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Resensi Buku: The Ruthless Elimination of Hurry (Menyingkirkan Ketergesaan)

Penulis: John Mark Comer

DI zaman serba cepat, banyak orang mengukur keberhasilan dari seberapa sibuk mereka.

Kalender yang penuh, notifikasi yang terus berbunyi, serta tuntutan pekerjaan dan media sosial membuat manusia hidup dalam ritme yang melelahkan.

Tanpa disadari, ketergesaan bukan lagi sekadar kebiasaan, melainkan menjadi gaya hidup.

Melalui buku The Ruthless Elimination of Hurry, John Mark Comer mengajak pembaca berhenti sejenak dan bertanya, “Apakah hidup yang terburu-buru benar-benar membawa kita kepada tujuan yang Tuhan kehendaki?

Menurut penulis, musuh terbesar kehidupan rohani bukan hanya dosa yang tampak, tetapi juga ketergesaan yang terus-menerus.

Hati yang selalu terburu-buru sulit mendengar suara Tuhan, sulit mengasihi sesama, bahkan kehilangan sukacita dalam menjalani hidup.

Salah satu gagasan utama buku ini adalah bahwa Yesus tidak pernah hidup tergesa-gesa.

Meski banyak orang membutuhkan-Nya, Ia tetap menyediakan waktu untuk berdoa, berdiam diri, berjalan bersama murid-murid, dan menikmati persekutuan dengan Bapa.

Kecepatan dunia tidak pernah menentukan langkah pelayanan-Nya.

John Mark Comer menawarkan beberapa disiplin rohani untuk melawan budaya tergesa-gesa, seperti mempraktikkan hari Sabat, menyediakan waktu hening setiap hari, membatasi penggunaan teknologi, hidup sederhana, serta belajar hadir sepenuhnya bagi Tuhan dan sesama.

Buku ini tidak sekadar mengkritik budaya modern, tetapi memberikan langkah-langkah praktis untuk membangun kehidupan yang lebih tenang, sehat, dan berpusat kepada Kristus.

Pembaca diajak memahami bahwa produktivitas bukan ukuran utama keberhasilan.

Yang jauh lebih penting adalah kesetiaan berjalan bersama Tuhan.

Bagi orang percaya, buku ini menjadi pengingat bahwa damai sejahtera bukan ditemukan ketika semua pekerjaan selesai, melainkan ketika hidup berada dalam irama kasih karunia Allah.

Dunia mungkin menuntut kita berlari semakin cepat, tetapi Tuhan sering kali berbicara dalam keheningan.

Refleksi

Kesibukan memang tidak selalu salah. Namun ketika kesibukan membuat kita kehilangan waktu bersama Tuhan, keluarga, dan sesama, saat itulah kita perlu mengevaluasi kembali arah hidup.

Ketergesaan dapat mencuri sukacita, mengikis kasih, dan melemahkan iman.

Buku The Ruthless Elimination of Hurry mengajak kita berani memperlambat langkah, bukan karena malas, tetapi agar memiliki ruang untuk mendengar suara Tuhan dan menjalani hidup dengan penuh makna.

Hidup yang dipenuhi damai sejahtera bukanlah hidup tanpa pekerjaan, melainkan hidup yang berjalan sesuai ritme kasih karunia Tuhan.”

Penyebar: Shalom.click | Ebenezer

Berita Terkait

Purpose Driven Life (Hidup yang digerakkan oleh tujuan)
Menyingkirkan ketergesaan, menemukan Kristus
The Common Rule – Aturan Umum yang Membebaskan
RUAH 2026: Sahabat harian untuk menemukan Tuhan dalam rutinitas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:38 WIB

Menyingkirkan ketergesaan agar kembali menemukan makna hidup

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Purpose Driven Life (Hidup yang digerakkan oleh tujuan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:48 WIB

Menyingkirkan ketergesaan, menemukan Kristus

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

The Common Rule – Aturan Umum yang Membebaskan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:25 WIB

RUAH 2026: Sahabat harian untuk menemukan Tuhan dalam rutinitas

Berita Terbaru

NAFAS KASIH

Menjadi penyejuk di tengah dunia yang penuh amarah

Rabu, 8 Jul 2026 - 11:19 WIB

SULUH ZAMAN

Mengapa Tuhan masih bersabar terhadap bangsa-Bangsa?

Rabu, 8 Jul 2026 - 07:00 WIB

NAFAS KASIH

KASIH yang dibuktikan, bukan DIUCAPKAN

Selasa, 7 Jul 2026 - 09:47 WIB

SULUH ZAMAN

Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING

Selasa, 7 Jul 2026 - 09:43 WIB