Membangun Jembatan Persaudaraan bagi Masa Depan Asia
SIDANG Raya ke-12 FABC bukan sekadar pertemuan para uskup, tetapi menjadi peristiwa penting bagi Gereja Katolik di Asia, apalagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah.
BERDASARKAN informasi resmi, Sidang Raya FABC ke-12 akan berlangsung pada 20–26 Juli 2026 di Hotel Mulia, Jakarta.
Acara ini diperkirakan dihadiri sekitar 105 uskup dan lebih dari 200 peserta dari berbagai negara Asia.
FABC sendiri merupakan federasi yang menghimpun 19 Konferensi Waligereja di Asia, mewakili Gereja Katolik di berbagai negara dan wilayah di benua Asia.
Sidang Raya ke-12 Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC), sebuah pertemuan lima tahunan yang mempertemukan para uskup, imam, biarawan-biarawati, kaum awam, serta para pemerhati kehidupan Gereja dari seluruh Asia.
Kepercayaan ini bukan hanya sebuah kehormatan bagi Gereja Katolik Indonesia, tetapi juga pengakuan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata kehidupan masyarakat yang hidup dalam keberagaman agama, budaya, bahasa, dan suku bangsa.
Mengusung tema “Bridge-Building Mission in Asia” atau “Misi Membangun Jembatan di Asia”, Sidang Raya FABC mengajak seluruh Gereja untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.
Gereja dipanggil bukan membangun tembok pemisah, melainkan jembatan yang menghubungkan manusia dengan Allah, serta manusia dengan sesamanya.
Tema tersebut sangat relevan dengan situasi Asia saat ini.
Benua terbesar di dunia ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik, kemiskinan, migrasi, kerusakan lingkungan, ketimpangan ekonomi, hingga meningkatnya polarisasi sosial.
Di tengah situasi itu, Gereja ingin menghadirkan wajah Kristus yang membawa kasih, pengharapan, dan rekonsiliasi.
Indonesia memiliki peran strategis dalam semangat tersebut.
Dengan pengalaman panjang hidup berdampingan dalam keberagaman, bangsa ini dapat memberikan kesaksian bahwa dialog antarumat beragama bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang harus terus dirawat.
Sidang Raya FABC juga diharapkan menghasilkan arah pastoral baru bagi Gereja Asia, terutama dalam memperkuat evangelisasi, dialog lintas agama, perhatian kepada kaum miskin, perlindungan lingkungan hidup, serta pemberdayaan kaum muda sebagai pewarta Injil di masa depan.
Lebih dari sekadar agenda organisasi Gereja, Sidang Raya ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian dapat tumbuh ketika perbedaan diterima sebagai anugerah, bukan ancaman.
Sebagaimana firman Tuhan berkata:
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5: 9)
Kiranya Sidang Raya FABC ke-12 menjadi momentum lahirnya komitmen baru bagi Gereja Asia untuk terus membangun jembatan kasih, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan terang Kristus bagi seluruh bangsa.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









