ADA hari ketika semuanya terasa tidak baik-baik saja.
Rencana tidak berjalan.
Harapan belum menjadi kenyataan.
Apa yang kita miliki terasa semakin sedikit.
Namun, Habakuk memberikan teladan iman yang luar biasa. Ia berkata:
“Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku.”
— Habakuk 3: 18–19
Perhatikan baik-baik: Habakuk tidak berkata bahwa semua masalahnya sudah selesai.
Ia memilih bersukacita sebelum keadaan berubah, percaya sebelum melihat jawaban, dan Tuhan sebagai kekuatannya ketika keadaan tidak menjanjikan apa-apa.
Mungkin hari ini kita sedang berada dalam situasi yang sama.
Jangan ukur kebaikan Tuhan hanya dari apa yang kita miliki.
Dan jangan pula mengukur masa depan hanya dari keadaan hari ini.
Ketika kekuatan kita mulai habis, Tuhan tetap menjadi tempat kita bersandar.
Kita boleh lelah, boleh menangis, dan boleh mengakui bahwa kita tidak kuat.
Tetapi jangan berhenti berharap.
🙏 Pesan hari ini
Kalau hari ini tidak banyak yang bisa kita banggakan, tetaplah punya satu alasan untuk bersyukur: kita masih memiliki Tuhan.
🌱 September mengajarkan kita: ketika keadaan tidak bisa menjadi alasan untuk bersukacita, jadikan Tuhan alasan kita untuk tetap berharap.
Tuhan bukan hanya sumber jawaban. Dia juga sumber kekuatan untuk menjalani perjalanan sampai jawaban itu datang.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong








